Jakarta – Pada masa sebelum krisis, mencari kerja mungkin masih lebih
mudah ketimbang masuk ke perguruan tinggi favorit. Namun, semua itu
berubah banyak sejak dunia memasuki masa krisis global pada akhir 2007
lalu.
Krisis pada waktu itu menjadi tantangan yang sangat berat bagi para
Millenial, sebutan bagi mereka yang lahir setelah tahun 1980-an, yang
baru matang dan mulai mencari kerja di millenium baru, atau selepas
tahun 2000-an.
Pada awalnya, yang ada di benak para Millenial ini adalah mereka bisa
sukses jika berjalan di jalur yang benar, masuk perguruan tinggi yang
baik, dapat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dan diterima kerja di
perusahaan. Lalu bekerja beberapa tahun, tambah pendidikan di pasca
sarjana, akhirnya naik jabatan untuk bisa membayar segala macam cicilan.
Akan tetapi, masa krisis ekonomi memaksa mereka membuat jalur baru,
meski beberapa belum sepenuhnya menyadari, tapi banyak orang sukses
menyarankan generasi baru ini mengikuti insting entrepreneur atas
sesuatu yang mereka sukai.
Lagipula, peluang dan modal untuk mengikuti pola ini, seperti membuka
bisnis sendiri, jauh lebih baik ketimbang hanya menjadi pelayan part
time di salah satu restoran cepat saji atau pun menagement trainee.
Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah ekonom, perencana
keuangan, dan para orang sukses berumur 20 tahunan, seperti dikutip dari
Forbes, Selasa (22/11/2011), berikut beberapa tips untuk membantu para
Millenial bertahan hidup di situasi ekonomi saat ini.
Memang formula ini bukan sesuatu yang pasti, tapi setidaknya kita
tahu aturan lama sudah berubah, dan bagi mereka yang menyambut dan
menerapkan aturan-aturan baru maka punya peluang sukses yang lebih baik.
1. Selalu Sibukkan Diri Anda Dengan Sesuatu
Lakukan hal ini, walaupun saat ini anda masih punya orang tua yang
menyokong seluruh penghidupan anda. Sambil menunggu telepon dari
perusahaan yang anda minati, lakukanlah sesuatu. Bisa bekerja sampingan
secara magang atau pun mulai usaha kecil-kecilan. Apapun yang anda
lakukan, akan terlihat lebih baik di curriculum vitae anda daripada ada
gap antara tahun kelulusan dan pekerjaan anda nanti.
2. Jangan ‘Bersembunyi’ di Kuliah Pasca Sarjana
Jika anda mendaftar untuk kuliah pasca sarjana hanya karena
menganggur atau tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah lulus adalah
ide yang sangat buruk. Kalau sudah seperti itu, lebih baik anda
menganggur daripada terpaksa kuliah dengan biaya yang sangat tinggi,
kecuali memang masih ada orang tua yang menyokong finansial anda.
3. Percantik Surat Lamaran Anda
Banyak perusahaan yang mencari karyawan baru hanya dengan melihat
surat lamarannya, hanya dengan memastikan gaya bahasa yang digunakan si
pelamar cukup menarik. Jangan hanya gunakan bahasa baku, buatlah tulisan
yang kreatif, singkat namun padat mengenai diri anda serta alasan anda
tertarik masuk ke perusahaan tersebut. Semakin kreatif dan menarik, maka
perusahaan akan semakin tertarik berbicara dengan anda.
4. Jaringan, Jaringan, Jaringan
Di mana pun anda memilih untuk berkarir, langkah yang satu inilah
yang paling vital. Jika anda mencari kerja, maka semua orang yang anda
kenal harus mengetahui rencana anda melamar. Seorang teman yang sudah
sukses bisa merekomendasikan resume anda ke bagian HR atau langsung ke
atasan.
5. Lakukan Apa yang Anda Sukai
Pada masa globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat seperti
sekarang ini, tidak ada profesi yang benar-benar menjamin kelangsungan
hidup. Jadi, kenapa tidak lakukan pekerjaan yang anda sukai? Dosen
Ekonomi di Universitas Cornell, profesor Robert H. Frank memberikan
saran ini kepada seluruh mahasiswa pasca sarjananya. “Yang paling
penting adalah cari pekerjaan yang kalian sukai, hanya dengan itulah
kalian akan mencintai pekerjaan tersebut. Dan mungkin saja, suatu saat
pekerjaan itu bisa menghasilkan banyak uang,” katanya.
6. Kembali ke Kampus Untuk Cari Lowongan
Akses ke berbagai lowongan kerja sangatlah banyak, bahkan untuk
seorang yang belum beruntung mendapat pekerjaan. Manfaatkan forum alumni
kampus anda untuk mencari nomor kontak seseorang di perusahaan atau
postingan soal lowongan kerja terbaru. Anda juga bisa saja bertemu
dengan orang yang memang mencari karyawan yang sesuai dengan kriteria
anda.
7. Manfaatkan Jaringan Sosial
LinkedIn adalah situs pencari kerja untuk para profesional, tapi
jangan sampai remehkan Facebook juga. Jika salah satu teman anda
memperbarui profil Facebook-nya karena mendapatkan kerjaan baru atau
baru saja mendirikan sebuah perusahaan, kirim pesan pribadi kepadanya,
tanyalah soal lowongan terbaru dari mereka.
8. Berdandanlah dengan Rapi
Banyak orang yang baru lulus mengabaikan hal ini, terutama saat
wawancara kerja. Berdandan rapi bukan berarti memakai celana bahan,
kemeja, dasi dan sepatu kulit, tetapi juga harus enak dipandang dan
jangan asal pakai. Setidaknya anda punya satu stel pakaian yang pantas
dan enak dilihat untuk wawancara kerja. Jika kantong anda kurang tebal,
anda bisa mengunjungi toko-toko pakaian bekas yang masih layak pakai.
9. Jadi Relawan
Kekosongan waktu yang anda punya bisa diisi dengan bekerja sosial
sebagai relawan. Sekali lagi, ini juga bisa untuk mengisi kekosongan
dalam curriculum vitae anda. Banyak sekali kerja sosial yang tersedia,
mulai dari membantu menyajikan makanan di penampungan orang miskin
sampai ikut di kampanye politik, pekerjaan seperti ini jua ikut
‘memoles’ resume anda.
10. Cari Lowongan yang Tidak Dipublikasikan
Kebanyakan lowongan pekerjaan memang dipublikasikan di media massa,
namun ada beberapa yang hanya disebar dari mulut ke mulut. Lowongan
seperti ini potensi diterimanya lebih tinggi ketimbang yang biasa di
media massa. Pergilah ke perusahaan yang ingin anda tuju, masukan
lamaran meski mereka belum buka lowongan, tapi tunjukkan kalau anda
serius berminat kerja di tempat tersebut. Jika anda beruntung, anda jadi
prioritas begitu ada lowongan.
11. Kejar Terus
Anda perlu memantau terus lowongan yang sudah anda masukkan, kalau
perlu hubungi lagi jika tidak ada kabar dalam beberapa waktu lamanya.
Anda pasti tidak yakin dengan hanya mendaftarkan lamaran melalui situs
pencari kerja, kecuali anda memastikan ke perusahaan tersebut apakah
aplikasi anda sudah diterima. Cek kembali seluruh lamaran anda, kecuali
memang diminta untuk menunggu dan tidak menelepon kembali.
12. Masukkan Lamaran Lebih Awal dan Sering, Tapi Jangan Sembarang
Memasukkan lamaran secara sembarang ke semua perusahaan di sektor
industri yang berbeda adalah ide yang buruk. Carilah industri yang tepat
yang memang memerlukan keahlian anda. Cari juga perusahaan yang memang
satu paham dan prinsip dengan anda. Anda tidak akan bertahan lama
bekerja di bidang yang tidak anda sukai.
13. Gunakan Situs Craigslist
Reputasi situs jejaring sosial tanpa iklan ini sudah berkembang pesat
sebagai alat pencari kerja yang efektif dalam beberapa tahun terakhir.
Saking terkenalnya, situs ini sudah menyediakan ratusan lowongan kerja
setiap harinya, tentunya dengan ribuan pelamar pula.
14. Jangan Berhenti Belajar
Cobalah sambangi beberapa seminar gratis, sering-sering baca buku dan
artikel yang berhubungan dengan bidang dan keahlian anda. Banyak
artikel yang bisa dicari secara online. Mencoba merangkak ke posisi
tertinggi di industri yang anda pegang akan mempermudah anda bertemu
dengan orang-orang yang memerlukan keahlian anda.
15. Ambil Jalur Militer
Bergabung menjadi bagian dari militer bukanlah pilihan terakhir. Ada
banyak sekali tentara yang lulus kuliah sarjana terlebih dahulu.
Berjuang untuk negara bisa jadi pilihan daripada anda menganggur dan
kesulitan membayar berbagai cicilan.
16. Lunasi Semua Cicilan dengan Cepat
Pegawai baru biasanya sudah dipusingkan dengan segala cicilan yang
baru akan diambil setelah mendapatkan gaji pertamanya. Jika
memungkinkan, lunasi semua cicilan dengan baik dan bayar semaksimal
mungkin setiap bulannya. Kalau terpaksa harus jatuh tempo, usahakan
cicilan tersebut bisa dibayar dalam 90 hari setelah batas waktu.
17. Cari Teman Sekamar
Meskipun anda sudah punya kerja dengan gaji tetap setiap bulannya,
bukan berarti anda harus menghabiskan seluruhnya untuk membayar sewa
rumah ataupun kamar kostan. Intinya jangan habiskan sepertiga gaji anda
untuk ini, idelanya seperempat saja. Cara yang paling mudah adalah cari
teman untuk berbagi sewa kamar. Jon Bittner pria berumur 26 tahun penemu
situs Splitwise mengatakan, “Orang-orang seumurku tidak perlu hidup di
apartemen sendirian, kecuali memang jika anda sudah cukup kaya.”
18. Pantang Menyerah
Setelah menganggur lebih dari beberapa minggu atau bahkan bulan tanpa
ada satu pun tanda-tanda anda akan diterima kerja, rasa berjuang untuk
terus melangkah maju mulai terasa berat. Bertahanlah. Coba poles kembali
surat lamaran dan data diri anda, atau rancang situs pribadi maupun
blog untuk mendokumentasikan perkembangan anda tiap hari.
19. Temui Seorang Profesional
Menyewa seorang konsultan karir memang tidak murah, tapi punya
seseorang yang bisa memotivasi dan memberi anda tujuan hidup bisa sangat
membantu. “Lihat lubuk hati anda yang paling dalam, cari tahu apa yang
membuat anda bersemangat, di situ lah letak kebahagiaan mutlak yang
mendorong kesuksesan karir anda,” kata konsultan karir Preston J.
Ephraim II. “Di situ lah letak karir impian anda,” tambahnya.
20. Langsung Siapkan Dana Pensiun
Begitu anda mendapatkan pekerjaan dan punya dana lebih, mulailah
mencari-cari investasi untuk dana pensiun anda. Setidaknya cari
instrumen dana pensiun yang terjangkau dengan gaji karyawan biasa.
Jangan cuma mengadalkan dana pensiun yang diberikan oleh perusahaan
tempat anda bekerja.
Dikutip dari detikcom
Ditulis oleh:
Ismail Mujaddid™ - Minggu, 12 Agustus 2012 - Rating: 5
Terima kasih sudah membaca artikel kategori Download
dengan judul Tips Mencari Lowongan Kerja disaat Krisis Ekonomi Global. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://reshuffle-blog.blogspot.com/2012/08/tips-mencari-lowongan-kerja-disaat_5070.html. Jangan lupa share ke teman-teman ya.
Belum ada komentar untuk "Tips Mencari Lowongan Kerja disaat Krisis Ekonomi Global"
Posting Komentar